Kamis, 27 November 2014

DESIGN JARINGAN KOMPUTER

   DESIGN JARINGAN KOMPUTER
 kadang kita ketika mencari di google tentang bagaimana cara yang efektif dan efisien untuk membangun suatu jaringan komputer yang mungkin dapat diterpkan dalanm lingkungan sekolah masih terasa sulit kadang yang nampil itu hanya gambar nya saja tidak dengan cara pengkonfigurasiannya,untuk mempermudah dalam pencarian grand design  saya disini postingkan laporan sekaligus pengertian mengenai RANCANGAN SEBUAH JARINGAN KOMPUTER yancg telah saya praktekan dalam cisco packet trackerberikut adalah c
 ontoh laporan yang telah saya buat :
BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Jaringan komputer adalah sekelompok komputer yang saling berhubungan  satu sama lain dengan memanfaatkan media komunikasi dan suatu protokol komunikasi, sehingga antar komputer dapat saling berbagi dan bertukar informasi.
Pada saat ini, manfaat dari jaringan komputer sudah sangat banyak dirasakan.
       Jaringan komputer bukanlah sesuatu yang baru saat ini. Hampir di setiap perusahaan terdapat jaringan komputer untuk memperlancar arus informasi di dalam perusahaan tersebut. Internet yang mulai populer saat ini adalah suatu jaringan komputer raksasa yang merupakan jaringan komputer yang terhubung dan dapat saling berinteraksi. Hal ini dapat terjadi karena adanya perkembangan teknologi jaringan yang sangat pesat, sehingga dalam beberapa tahun saja jumlah pengguna jaringan komputer yang tergabung dalam Internet berlipat ganda.
Apalagi dalam dunia komunikasi yang serba cepat ini, jaringan komputer sering kali berperan vital dalam kegiatan pendistribusian informasi yang cepat tersebut. Semua dari komponen yang tergabung dalam jaringan komputer tersebut haruslah mampu saling mendukung untuk menghasilkan satu sistem yang kokoh dan handal untuk melayani setiap permintaan informasi yang  dibutuhkan oleh pengguna. 
Perkembangan teknologi komputer meningkat dengan cepat, hal ini terlihat pada era tahun 80-an jaringan komputer masih merupakan teka-teki yang ingin dijawab oleh kalangan akademisi, dan pada tahun 1988 jaringan komputer mulai digunakan di universitas-universitas, perusahaan-perusahaan, sekarang memasuki era milenium ini terutama world wide internet telah menjadi realitas sehari-hari jutaan manusia di muka bumi ini.
Selain itu, perangkat keras dan perangkat lunak jaringan telah benar-benar berubah, di awal perkembangannya hampir seluruh jaringan dibangun dari  kabel koaxial, kini banyak telah diantaranya dibangun dari serat optik (fiber optics) atau komunikasi tanpa kabel.
Dengan berkembangnya teknologi komputer dan komunikasi suatu model komputer tunggal yang melayani seluruh tugas-tugas komputasi suatu organisasi kini telah diganti dengan sekumpulan komputer yang terpisah-pisah akan tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya, sistem seperti ini disebut jaringan komputer (computer network).
Dalam makalah ini kita akan menggunakan istilah jaringan komputer untuk mengartikan suatu himpunan interkoneksi sejumlah komputer yang autonomous. Dua buah komputer dikatakan ter-interkoneksi bila keduanya dapat saling bertukar informasi.

B.     Rumusan Masalah
1.         Bagaimana cara mendesain jaringan yang lebih efektif dan efisien?
2.         Apakah manfaat pembuatan desain jaringan?
3.         Seperti apakah proses pengkonfigrasia desain yang dibuat?




C.    Tujuan
 Adapun tujuan penulisan laporan ini adalah untuk mengetahui bagaimana merancang design jaringan dengan skema sekolah SMKN rajapolah dalam sebuah jaringan Local Area Network menggunakan software Cisco Packet Tracer.Berikut ini harapan yang akan di capai:

1.         Siswa bisa menggambar dan menganalisis skema topologi ruangan
2.         Siswa dapat mengatur dan membangun topologi jaringan
3.         Siswa dapat memberi ip di pc/client dan router
4.         Siswa dapat mengkonfigurasi router dan client
5.         Siswa dapat memahami routing router dengan routing static dan routing dinamik
6.         Siswa lebih paham pembuatan skema jaringan

D.    Kegunaan dan Manfaat
1.      Bagi penulis; dapat dijadikan sebagai bahan kajian ilmiah guna meningkatkan      wawasan penulis.
2.      Bagi pembaca; dapat dijadikan bahan rujukan dan informasi yang berguna bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan pembinaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologidalam rangka pembangunan manusia secara totalitas.

E.     Subjek
Tempat     :  Semua ruangan terdapat komputer di smkn rajapolah
Waktu                  :  Jum’at 24 September 2014


BAB II
LANDASAN TEORI


A.      Definisi Jaringan Komputer

Dengan berkembangnya teknologi komputer dan komunikasi suatu model komputer tunggal yang melayani seluruh tugas-tugas komputasi suatu organisasi kini telah diganti dengan  sekumpulan komputer yang terpisah-pisah akan tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya, sistem seperti ini disebut jaringan komputer (computer network).(1)
Dalam laporan ini kita akan menggunakan istilah jaringan komputer untuk mengartikan suatu himpunan interkoneksi sejumlah komputer yang autonomous. Dua buah komputer dikatakan terinterkoneksi bila keduanya dapat saling bertukar informasui. Betuk koneksinya tidak harus melalui kawat tembaga saja melainkan dapat emnggunakan serat optik, gelomabng mikro, atau satelit komunikasi.
Untuk memahami  istilah jaringan komputer sering kali kita dibingungkan dengan sistem terdistribusi (distributed system). Kunci perbedaannya adalah bahwa sebuah sistem terdistribusi,keberadaan sejumlah komputer autonomous bersifat transparan bagi pemakainya. Seseorang dapat memberi perintah untuk mengeksekusi suatu program, dan kemudian program itupun akan berjalan  dan tugas untuk memilih prosesor, menemukan dan mengirimkan file ke suatu prosesor dan menyimpan hasilnya di tempat yang tepat mertupakan tugas sistem operasi. Dengan kata lain, pengguna sistem terditribusi tidak akan menyadari terdapatnya banyak prosesor (multiprosesor), alokasi tugas ke prosesor-prosesor, alokasi f\ile ke disk, pemindahan file yang dfisimpan dan yang diperlukan, serta fungsi-fungsi lainnya dari sitem harus bersifat otomatis.
Jaringan terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya adalah :
1.         Local Area Network
Local Area Network (LAN) merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer.
LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama resource (misalnya, printer, scanner) dan saling bertukar informasi. LAN dapat dibedakan dari jenis jaringan lainnya berdasarkan tiga karakteristik: ukuran, teknologi transmisi dan topologinya.
LAN mempunyai ukuran yang terbatas, yang berarti bahwa waktu transmisi pada keadaan terburuknya terbatas dan dapat diketahui sebelumnya. Dengan mengetahui keterbatasnnya, menyebabkan adanya kemungkinan untuk menggunakan jenis desain tertentu. Hal ini juga memudahkan manajemen jaringan.
LAN seringkali menggunakan teknologih transmisi kabel tunggal. LAN tradisional beroperasi pada kecepatan mulai 10 sampai 100 Mbps (mega bit/detik)  dengan delay rendah (puluhan mikro second) dan mempunyai faktor kesalahan yang kecil. LAN-LAN modern dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan megabit/detik.

Gambar 1.1 Dua jenis jaringan broadcast. (a) Bus. (b) Ring


Terdapat beberapa macam topologi yang dapat digunakan pada LAN broadcast. Gambar 1.1 menggambarkan dua diantara topologi-topologi yang ada. Pada jaringan  bus (yaitu kabel liner), pada suatu saat sebuah mesin bertindak sebagai master dan diijinkan  untuk mengirim paket. Mesin-mesin lainnya perlu menahan diri untuk  tidak mengirimkan apapun. Maka untuk mencegah terjadinya konflik, ketika dua mesin atau lebih ingin mengirikan secara bersamaan, maka mekanisme pengatur diperlukan. Me4kanisme pengatur dapat berbentuk tersentralisasi atau terdistribusi. IEEE 802.3 yang populer disebut Ethernet merupakan jaringan broadcast bus dengan pengendali terdesentralisasi yang beroperasi pada kecepatan 10 s.d. 100 Mbps. Komputer-komputer pada Ethernet dapat mengirim kapan saja mereka inginkan, bila dua buah paket atau lebih bertabrakan, maka masing-masing komputer cukup menunggu dengan waktu tunggu yang acak sebelum mengulangi lagi pengiriman.
Sistem broadcast   yang lain adalah ring, pada topologi ini setiap bit dikirim ke daerah sekitarnya tanpa menunggu paket lengkap diterima. Biasanya setiap bit mengelilingi ring dalam waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan beberapa bit, bahkan seringkali sebelum paket lengkap dikirim seluruhnya. Seperti sistem broadcast lainnya, beberapa aturan harus dipenuhi untuk mengendalikan access simultan ke ring. IEEE 802.5 (token ring) merupakan LAN ring yang populer yang beroperasi pada kecepatan antara 4 s.d 16 Mbps.
Berdasarkan alokasi channelnya, jaringan broadcast dapat dibagi menjadi dua, yaitu statik dan dinamik. Jenis al;okasi statik dapat dibagi berdasarkan waktu interval-interval diskrit dan algoritma round robin, yang mengijinkan setiap mesin untuk melakukan broadcast hanya bila slot waktunya sudah diterima. Alokasi statik sering menyia-nyiakan kapasitas channel bila sebuah mesin tidak punya lgi yang perlu dikerjakan pada saat slot alokasinya diterima. Karena itu sebagian besar sistem cenderung mengalokasi channel-nya secara dinamik (yaitu berdasarkan  kebutuhan).
Metoda alokasi dinamik bagi suatu channel dapat tersentralisasi ataupun terdesentralisasi. Pada metoda alokasi channel tersentralisasi terdapat sebuah entity tunggal, misalnya unit bus pengatur, yang menentukan siapa giliran berikutnya. Pengiriman paket ini bisa  dilakukan setelah menerima giliran dan membuat keputusan yang berkaitan dengan algoritma internal. Pada metoda aloksi channel terdesentralisasi, tidak terdapat entity sentral, setiap mesin harus dapat menentukan dirinya sendiri kapan bisa atau tidaknya mengirim.


a.         Metropolitan  Area Network
Metropolitan  Area Network (MAN) pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN.  MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang berdekatan dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN biasanya mampu menunjang data dan suara, dan bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel. MAN hanya memiliki sebuah atau dua buiah kabel dan tidak mempunyai elemen switching, yang berfungsi untuk mengatur paket melalui beberapa output kabel. Adanya elemen switching membuat rancangan  menjadi lebih sederhana.

Gambar 1.3 Arsitektur MAN DQDB
b.      Wide Area Network

Wide Area Network  (WAN) mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara atau benua.WAN terdiri dari kumpulan mesin yang bertujuan untuk mejalankan program-program aplikasi.
Pada sebagian besar WAN, subnet terdiri dari dua komponen, yaitu kabel transmisi dan elemen switching. Kabel transmisi (disebut  juga sirkuit, channel, atau trunk) memindahkan  bit-bit dari satu mesin ke mesin lainnya.
Element switching adalah komputer khusus yang dipakai untuk menghubungkan dua kabel transmisi atau lebih. Saat data sampai ke kabel penerima, element switching harus memilih kabel pengirim untuk meneruskan pesan-pesan tersebut.
Gambar 1.4 Hubungan antara host-host dengan subnet.










c.       Jaringan Tanpa Kabel
Jaringan tanpa kabel mempunyai berbagai manfaat, yang telah umum dikenal adalah kantor portable. Orang yang sedang dalam perjalanan seringkali ingin menggunakan peralatan elektronik portable-nya untuk mengirim atau menerima telepon, fax, e-mail, membaca fail jarak jauh login ke mesin jarak jauh, dan sebagainya dan juga ingin melakukan hal-hal tersebut dimana saja, darat, laut, udara. Jaringan tanpa kabel sangat bermanfaat untuk mengatasi masalah-masalah di atas.
Meskipun jaringan tanpa kabel ini cukup mudah untuk di pasang, tetapi jaringan macam ini memiliki banyak kekurangan. Biasanya jaringan tanpa kabel mempunyai kemampuan 1-2 Mbps, yang mana jauh lebih rendah  dibandingkan dengan jaringan berkabel. Laju kesalahan juga sering kali lebih besar, dan transmisi dari komputer yang berbeda dapat mengganggu satu sama lain.

B.       Router
     Router merupakan perangkat jaringan yang bekerja pada OSI Layer 3, Network Layer. Pada layer ini sudah dikenal pengalamatan jaringan menggunakan IP Address, dan router ini berperan penting sebagai penghubung/penerus paket data antara dua segmen jaringan atau lebih. Semisal, di suatu warnet ada 10 client yang menggunakan IP Address 192.168.1.xx kita anggap sebagai network A, sedangkan koneksi dari ISP dialokasikan IP Address 202.123.321.xxx kita anggap sebagai jaringan B, maka agar client warnet bisa terhubung ke ISP dan juga ke internet, diperlukan satu router di warnet tersebut yang memiliki setidaknya 2 port. Satu port menjadi bagian dari network A, dan satunya lagi menjadi bagian dari network B.
     Didalam jaringan komputer banyak sekali kita menemukan istilah-istilah yang digunakan didalamnya. Hambatan yang sering terjadi dalam belajar jaringan komputer adalah banyaknya istilah atau kata yang digunakan terkadang istilah tersebut tidak didalam buku atau kamus bahasa inggris karena memang istilah yang digunakan bukan merupakan kata-kata namun singkatan seperti TCP/IP atau IP banyak orang yang terframe dipikirannya ketika mendengar kata IP langsung mengartikan bahwa IP adalah nomor komputer atau komputer ini nomornya berapa. Hal-hal yang demikian jika tidak dilurusankan nantinya dikhawatirkan akan merubah makna dari singkatan tersebut.
     Kebanyakan singkatan yang digunakan dalam jaringan komputer menjadikan singkatan itu sebagai nama dari kata yang dimaksud seperti RJ 45, mendengar kata tersebut pikiran kita langsung tertuju pada bendanya, langsung membayangkan RJ 45 padahal RJ 45 sendiri adalah sebuah singkatan yaitu Registered Jack nomor 45.
Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN)
Router adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk membagi protocol kepada anggota jaringan yang lainnya, dengan adanya router maka sebuah protocol dapat di-sharing kepada perangkat jaringan lain. Contoh aplikasinya adalah jika kita ingin membagi IP Adress kepada anggota jaringan maka kita dapat menggunakan router ini, ciri-ciri router adalah adanya fasilitas DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol), dengan mensetting DHCP, maka kita dapat membagi IP Address, fasilitas lain dari Router adalah adanya NAT (Network Address Translator) yang dapat memungkinkan suatu IP Address atau koneksi internet disharing ke IP Address lain.

Jenis-jenis router
Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni:
·       static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan.
·       dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya.

C.      Routing

1)   Pengertian Routing
                        Routing IP adalah proses pengiriman data dari satu host dalam satu network ke host dalam network yang lain melalui suatu router. Agar router dapat mengetahui bagaimana
meneruskan paket paket ke alamat yang dituju dengan mengunakan jalur terbaik,
router menggunakan peta atau tabel routing. Table routing adalah table yang memuat
seluruh informasi IP address dari interfaces router yang lain sehingga router yang satu
dengan router lainnya bisa berkomunikasi.
                        Routing table hanya memberikan informasi sedang routing algoritma yang menganalisa
dan mengatur routing table. Intinya, router hanya tahu cara menghubungkan nertwork
atau subnet yang terubung langsung dengan router tersebut.
Router berdasarkan cara pemetaan / routing dibagi tiga :
1. Static Routing
2. Default Routing
3. Dynamic Routing
2)   Static Routing Protocol
                        Static routing adalah pembuatan dan peng-update-an routing table secara manual.Static routing tidak akan merubah informasi yang ada pada table routing secara otomatis, sehingga administrator harus melakukan merubah secara manual apabila
topologi jaringan berubah.
·      Beberapa keuntungan dari static routing :
ü Pemeliharan bandwidth network karena peng-update-an informasi router membutuhkan broadcasts yang terus menerus.
ü keamanan metwork karena static routing hanya mengandung informasi yang telah dimasukkan secara manual.
·      Beberapa kerugian dari static routing :
ü Tidak ada tolerasi kesalahan jika suatu router down, maka static tidak akan memperbaharui informasi dan tidak akan menginformasikan ke router yang lain.
ü Pengembangan network jika suatu network ditambah atau dipindahkan maka static routig harus diperbaharui oleh administrator.

pembatasan static router dapat menjadi keuntungan apabila untuk sampai pada tujuan
hanya melalui satu router. Stub network adalah pencapaian network tujuan hanya
denga satu jalur.

3)   Dynamic routing protocol

                             Pada jaringan besar yang menggunakan banyak router, dynamic routing merupakan metode yang paling umum digunakan. Karena jika kita menggunakan
metode static routing maka kita harus mengkonfigurasi semua router secara manual dan
ini tidak mungkin untuk seorang network administrator. Dengan menggunakan metode
static routing kita membutuhkan banyak konfigurasi, sedangkan pada dynamic routing
kita dapat mengkonfigurasi seminimal mungkin. Jadi sangat dimungkinkan metode
dymanic routing untuk mengembangkan bagaimana router berkomunikasi dengan
protocol yang digunakan. Dynamic IP routing adalah cara yang digunakan untuk
melepaskan kewajiban mengisi masukan masukan ke routing table secara manual.
Protokol routing mengatur router-router sehingga dapat berkomunikasi satu dengan
yang lain dan saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi Routing
table, tergantung keadaan jaringannya. Dengan cara ini, router-router mengetahui
keadaan jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan datagram ke arah yang benar.
Remote network dapat dikategorikan di tabel routing dengan menggunakan protokol
dynamic routing. Dynamic routing protocol contohnya sebagai berikut:

ü Network Discovery
                        Memelihara dan meng-update tabel routing- automatic network discovery. Network discovery adalah kemampuan routing protokol untuk membagi informasi tentang jaringan dengan router lainnnya dengan menggunakan routing protokol yang sama.daripada mengkonfigurasi router secara static, routing dinamik dapat secara otomatis membaca jaringannya dari router-router lainnya. pemilihan jalur terbaik pada setiap jaringan terdapat pada tabel routing dengan menggunakan routing dinamik. 
ü Maintaining routing tables.
                        Setelah mengenal jaringannya, routing dinamik akan selalu meng-update dan
menentukan jalur-jalurnya pada tabel routing. Routing dinamik tidak hanya membuat
jalur terbaik ke jaringan yang berbeda, routing dinamik juga akan menentukan jalur baru yang baik jika tujuannya tidak tersedia (jika topologinya berubah), untuk ini, routing dinamik mempunyai keuntungan lebih dari routing static. router yang menggunakan dinamic routing akan secara otomatis membagi informasi routingnya kepada router yang lain dan menyesuaikan dengan topologi yang berubah tanpa pengaturan dari seorang admin jaringan.
ü IP routing protocol
ada beberapa routing dinamic untuk IP. dibawah ini adalah dinamik routing yang sering digunakan :

1.    Routing Information Protocol (RIP)

                        RIP yang merupakan routing protokol dengan algoritma distance vector, yang menghitung jumlah hop (count hop) sebagai routing metric. Jumlah maksimum dari hop yang diperbolehkan adalah 15 hop. Tiap RIP router saling tukar informasi routing tiap 30 detik, melalui UDP port 520. Untuk menghindari loop routing, digunakan teknik split horizon with poison reverse. RIP merupakan routing protocol yang paling mudah untuk di konfigurasi.




RIP memiliki 3 versi yaitu :
1.    RIPv1 merupakan bagian dari distance vektor yang mencari hop terpendek atau router terbaik,rip versi 1 juga merupakan class pul routing.
2.    RIPv2 merupakan bagian dari distance vektor yang mencari hop terpendek atau router terbaik,rip versi2 juga merupakan class list routing.
3.    RIPng
Kelebihan Dari RIP sebagai berikut :
·       Menggunakan metode Triggered Update.
·       RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing.
·       Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update).
·       Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.
Kekurangan dari RIP sebagai berikut :
·       Jumlah host Terbatas
·       RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.
·       RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).
·       Ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada
·       Hop CountRIP menghitung routing terbaik berdasarkan hop count dimana belum tentu hop count yang rendah menggunakan protokol LAN yang bagus, dan bisasaja RIP memilih jalur jaringan yang lambat.
·       Hop Count Limit RIP tidak dapat mengatur hop lebih dari 15. Hal ini digunakan untuk mencegah  loop pada jaringan.
·       Classful Routing Only RIP menggunakan classful routing ( /8, /16, /24 ). RIP tidak dapat mengatur  classless routing
2.     Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)

Kelebihan
· support = 255 hop count

Kekurangan
· Jumlah Host terbatas
3.    Open Shortest Path First (OSPF)

                        OSPF merupakan sebuah routing protokol berjenis IGP yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal suatu ogranisasi atau perusahaan. Jaringan internal maksudnya adalah jaringan di mana Anda masih memiliki hak untuk menggunakan, mengatur, dan memodifikasinya. Atau dengan kata lain, Anda masih memiliki hak administrasi terhadap jaringan tersebut. Jika Anda sudah tidak memiliki hak untuk menggunakan dan mengaturnya, maka jaringan tersebut dapat dikategorikan sebagai jaringan eksternal.
                        Selain itu, OSPF juga merupakan routing protokol yang berstandar terbuka. Maksudnya adalah routing protokol ini bukan ciptaan dari vendor manapun. Dengan demikian, siapapun dapat menggunakannya, perangkat manapun dapat kompatibel dengannya, dan di manapun routing protokol ini dapat diimplementasikan.

                        OSPF merupakan routing protokol yang menggunakan konsep hirarki routing, artinya OSPF membagi-bagi jaringan menjadi beberapa tingkatan. Tingkatan-tingkatan ini diwujudkan dengan menggunakan sistem pengelompokan area. Dengan menggunakan konsep hirarki routing ini sistem penyebaran informasinya menjadi lebih teratur dan tersegmentasi, tidak menyebar ke sana ke mari dengan sembarangan.

                        Efek dari keteraturan distribusi routing ini adalah jaringan yang penggunaan bandwidth-nya lebih efisien, lebih cepat mencapai konvergensi, dan lebih presisi dalam menentukan rute-rute terbaik menuju ke sebuah lokasi. OSPF merupakan salah satu routing protocol yang selalu berusaha untuk bekerja demikian.

                        Teknologi yang digunakan oleh routing protokol ini adalah teknologi link-state yang memang didesain untuk bekerja dengan sangat efisien dalam proses pengiriman update informasi rute. Hal ini membuat routing protokol OSPF menjadi sangat cocok untuk terus dikembangkan menjadi network berskala besar. Pengguna OSPF biasanya adalah para administrator jaringan berskala sedang sampai besar. Jaringan dengan jumlah router lebih dari sepuluh buah, dengan banyak lokasi-lokasi remote yang perlu juga dijangkau dari pusat, dengan jumlah pengguna jaringan lebih dari lima ratus perangkat komputer, mungkin sudah layak menggunakan routing protocol ini.

Kelebihan
·      tidak menghasilkan routing loop mendukung penggunaan beberapa metrik
     sekaligus dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan membagi jaringan
     yang besar mejadi beberapa area. Waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih
     cepat.
Kekurangan
·      Membutuhkan basis data yang besar
·       Lebih rumit
4.    Enchanced Interior Gatway Routing Protocil (EIGRP)

Kelebihan
·      melakukan konvergensi secara tepat ketika menghindari loop. Memerlukan lebih
     sedikit memori dan proses. Memerlukan fitur loop avoidance

Kekurangan
·      Hanya untuk Router Cisco
5.     Exiterior Gateway Protocol (EGP)
Kelebihan
·      Sangat sederhana dalam instalasi
Kekurangan
·      Sangat terbatas dalam mempergunakan topologi


D.      Switch
Switch merupakan perangkat jaringan yang bekerja pada OSI Layer 2, Data Link Layer. dia bekerja sebagai penyambung / concentrator dalam Jaringan. Switch mengenal MAC Adressing shingga bisa memilah paket data mana yang akan di teruskan ke mana.
Dan switch ini digunakan sebagai repeater/penguat. Berfungsi untuk menghubungkan kabel-kabel UTP ( Kategori 5/5e ) komputer yang satu dengan komputer yang lain. Dalam switch biasanya terdapat routing, routing sendiri berfungsi untuk batu loncat untuk melakukan koneksi dengan komputer lain dalam LAN.
Switch adalah perangkat telekomunikasi yang menerima pesan dari perangkat yang terhubung dengannya dan kemudian mengirimkan pesan hanya untuk perangkat yang pesan dimaksud atau sebagai sentral/konsentrator pada sebuah network. Hal ini membuat switch adalah perangkat yang lebih cerdas daripada hub (yang menerima pesan dan kemudian mengirimkan ke semua perangkat lain pada jaringan.) karena dapat mengecek frame yang error dan langsung membloknya
     Switch jaringan memainkan peran integral dalam kebanyakan jaringan area lokal yang modern Ethernet (LAN). Mid-to-LAN berukuran besar mengandung sejumlah switch dikelola terkait. Kantor kecil / rumah kantor (SOHO) aplikasi biasanya menggunakan switch tunggal, atau semua tujuan-perangkat konvergensi seperti residental gateway untuk mengakses layanan broadband kantor kecil / rumah. .seperti DSL atau internet kabel.

 Switch merupakan titik percabangan (Terminal) dari proses transfer data,dan jika switch mengalami masalah maka seluruh koneksi jaringan dan proses transfer data akan terganggu.Switch memiliki banyak port yang akan menghubungkan ke jaringan komputer dan port - port tersebut akan berhubungan dengan konektor RJ 45.
Jaringan switch atau hub switching adalah perangkat jaringan komputer yang menghubungkan segmen jaringan atau perangkat jaringan.cara kerja switch hampir sama seperti bridge, tetapi switch memiliki sejumlah port sehingga sering dinamakan multi-port bridge.
Switch bisa digunakan juga untuk menghubungkan switch satu dengan switch lainnya, untuk memperbanyak jumlah port, atau memperluas jangkauan dari jaringan (misalkan ada satu gedung dengan gedung yang lainnya). Bahkan apabila kita melihat ke berbagai vendor network equipment, berbagai switch dipecah ke level berbeda seperti core, aggregation dan access. Pemisahan berbagai level ini dikarenakan setiap level dimaksudkan untuk fungsi yang berbeda. 












BAB III
PEMBAHASAN
A.    Brainware
Untuk user atau pengguna antara lain sebagai berikut :
  1. Ruangan teknik gambar dan bangunan ada 4 user atau pengguna
  2. Ruangan K1 ada 5 pengguna
  3. Ruangan kkpi  ada 5 user pengguna client
  4. Di ruangan k2 ada 5 orang pengguna client
  5. Di ruang guru ada 5 orang pengguna client
  6. Di ruang k3 ada 5 orang pengguna client
  7. Ruang bc 1 orang penguna komputer client
Topologi
Topologi yang di gunakan adalah topologi :
  1. Topologi BUS
            Topologi BUS adalah topologi dimana semua perangakat keras terhubung melalui kabel tunggal yang kedua ujungnya tidak tertutup dan masing-masing ujungnya menggunakan sebuah perangkat terminator. Jika alamat perangkat sesuai dengan alamat pada informasi yang dikirim, maka informasi akan diterima dan diproses. Jika tidak, maka informasi akan diabaikan.
Kelebihan Topologi BUS
1.         Jarak LAN tidak terbatas
2.         Kecepatan pengiriman tinggi.
3.         Tidak diperlukan pengendali pusat.
4.         Jumlah perangkat yang terhubung dapat dirubah tanpa mengganggu yang lain.
5.         Kemampuan pengembangan tinggi.
6.         Keterandalan jaringan tinggi.
7.         Kondusif untuk jaringan gedung bertingkat.
Kekurangan Topologi BUS
1.         Jika tingkat traffic tinggi dapat menyebabkan kemacetan.
2.         Diperlukan repeater untuk memperkuat sinyal.
3.         Operasional jaringan LAN tergantung tiap perangkat.
4.         Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak berfungsi.
5.      Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
2.    Topologi Start
            Topologi Start adalah topologi dimana terdapat perangkat pengendali yang berfungsi sebagai pengatur dan pengendali komunikasi data. Sedangkan perangkat lain terhubung dengan perangkat pengendali sehingga pengiriman data akan melalui perangkat pengendali.
Kelebihan Topologi Start
1.         Dapat diandalkan
2.         Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
3.         Keamanan data tinggi
4.         Kontrol terpusat
5.         Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan
6.         Kemudahan akses ke jaringan LAN lain
Kekurangan Topologi Start
1.                   Jika trafik padat maka dapat menyebabkan lambatnya jaringan
2.                   Jaringan sangat bergantung pada perangkat pengendali.
3.                   Boros kabel
4.                   Perlu penanganan khusus
  1. Device atau perangkat
a.       5 Switch
b.      1 Router
c.       55 Komputer
d.      Kabel crossover
e.       Kabel straight
D.      IP address
Ruangan k1
IP address
Pc 1
192.168.20.5/24
Pc 2
192.168.20.11/24
Pc 3
192.168.20.13/24
Pc 4
192.168.20.12/24
Pc 5
192.168.20.2.24






Ruangan K2 dan Ruang Multi
IP address
Pc  6
192.168.20.7/24
Pc  7
192.168.20.15/24
Pc  8
192.168.20.6/24
Pc  9
192.168.20.14/24
Pc 10
192.168.20.10/24
Pc 11
192.168.30.46/24
Pc 12
192.168.30.61/24
Pc 13
192.168.30.60/24
Pc 14
192.168.30.50/24
Pc 15
192.168.30.5/24

Ruang KKPI
IP address
Pc 16
192.168.30.83/24
Pc 17
192.168.30.79/24
Pc 18
192.168.30.51/24
Pc 19
192.168.30.70/24
Pc 20
192.168.30.80/24

Ruang K1
IP address
Pc 21
192.168.30.66/24
Pc 22
192.168.30.58/24
Pc 23
192.168.30.72/24
Pc 24
192.168.30.75/24
Pc 25
192.168.30.76/24

Ruang Pemasaran
IP address
Pc 26
192.168.30.48/24
Pc 27
192.168.30.57/24
Pc 28
192.168.30.45/24
Pc 29
192.168.30.64/24
Pc 30
192.168.30.53/24

Ruang Akuntansi
IP address
Pc 31
192.168.30.54/24
Pc 32
192.168.30.65/24
Pc 33
192.168.30.69/24
Pc 34
192.168.30.52/24
Pc 36
192.168.30.82/24

Ruang Bank mini
IP address
Pc 35
192.168.30.73/24
Pc 37
192.168.30.78/24
Pc 38
192.168.30.74/24
Pc 39
192.168.30.47/24
Pc 40
192.168.30.68/24

Ruang TGB
IP address
Pc 51
192.168.30.63/24
Pc 52
192.168.30.59/24
Pc 53
192.168.30.49/24
Pc 54
192.168.30.62/24
Pc 55
192.168.30.51/24

Ruang Guru
IP address
Pc 56
192.168.30.67/24
Pc 57
192.168.30.77/24
Pc 58
192.168.30.56/24
Pc 59
192.168.30.55/24
Pc 60
192.168.30.71/24

E.     Skema Desain Jaringan

topolog.png

F.      Konfigurasi

1.    Hubungkan PC client ruang Teknik Gambar Bangunan dengan switch menggunakan kabel straight
p.png

2.      Kemudian hubungkan juga PC client di ruang Pemasaran dan K1 pada switch
7.png

3.      Lakukan hal yang sama di ruang Multimedia dan Ruang KKPI
8.png

4.        Kemudian lakukan hal yang sama juga di ruang K2, K3 dan ruang guru produktif tetapi di ruangan ini di tambahkan 1 buah router.
r.png
5.      Hubungkan computer yang ada di kantor guru, bank mini dan ruang produktif akuntansi dengan satu buah switch.

s.png
6.      Setelah semua PC di hubungkan ke swtch dan router langkah selanjutnya sambungkan semua switch ke router yang ada di ruang produktif.
7.      Setelah itu konfigurasi DHCP di router dengan perintah sebagai berikut :
3.png
4.png

Router>enable
Router#conf t
Router#int fa0/0
Router#ip add 192.168.20.1 255.255.255.0
Router#no shut
Router#exit

Router#int fa0/1
Router#ip add 192.168.30.1 255.255.255.0
Router#no shut
Router#exit

Router#ip dhcp pool K2
Router#network 192.168.20.0 255.255.255.0
Router#default-router192.168.20.1
Router#ip dhcp excluded-address 192.168.20.1
Router#exit

Router#conf t
Router#ip dhcp pool K1
Router#network 192.168.30.0 255.255.255.0
Router#default-router 192.168.30.1
Router#ip dhcp excluded-address 192.168.30.1
8.        Setelah selesai konfigurasi DHCP langkah selanjutnya kita klik PC kemudian pilih desktop kemudian pilih ip configuration
14.png

9.        Kemudian klik DHCP maka ip akan muncul secara otomatis

t.png
10.  sk r0 a.pngSetelah itu langkah selanjutnya konfogurasi pada setiap router dengan perintah sebagai berikut :

Router>enable
Router#conf t
Router#int se 0/3/0
Router#ip add 17.17.17.1  255.255.255.0
Router#no shut
Router#exit

Router#int fa0/0
Router#ip add 11.11.11.1 255.255.255.0
Router#no shut
Router#exit

Router#int se0/3/1
Router#ip add 14.14.14.1 255.255.255.0
Router#no shut
Router#exit

11.  Kemudian setelah itu masih pada router0 konfigurasi rip dan add network dengan perintah sebagai berikut :
sk r0 c.png















Router (config-if)# router rip
Router (config-router)# network 192.168.30.0
Router (config-router)# network 192.168.20.0
Router (config-router)#network 11.11.11.0
Router (config-router)#network 12.12.12.0
Router (config-router)#network 13.13.13.0
Router (config-router)#network 14.14.14.0
Router (config-router)#network 15.15.15.0
Router (config-router)#network 16.16.16.0
Router (config-router)#network 17.17.17.0
Router (config-router)#exit
12.   Kemudin lakukan hal yang sama pada ke 2 router lainnya ,sekarang pada router2 seperti pada gambar dibaw ah ini :
sk2.png

















Router>enable
Router#conf t
Router#int se 0/3/0
Router#ip add 17.17.17.2 255.255.255.0
Router#no shut
Router#exit

Router#int fa0/0
Router#ip add 192.168.30.82 255.255.255.0
Router#no shut
Router#exit

Router#int se0/3/1
Router#ip add 12.12.12.2 255.255.255.0
Router#no shut
Router#exit
13.  sk2 e.pngKemudian setelah itu masih pada route2 konfigurasi rip dan add network dengan perintah sebagai berikut




















Router (config-if)# router rip
Router (config-router)# network 192.168.30.0
Router (config-router)# network 192.168.20.0
Router (config-router)#network 11.11.11.0
Router (config-router)#network 12.12.12.0
Router (config-router)#network 13.13.13.0
Router (config-router)#network 14.14.14.0
Router (config-router)#network 15.15.15.0
Router (config-router)#network 16.16.16.0
Router (config-router)#network 17.17.17.0
Router (config-router)#exit

14.  sk r4 a.pngKemudin setting  pada router4 dengan perintah seperti pada gambar dibaw ah ini :

















Router>enable
Router#conf t
Router#int se 0/0/0
Router#ip add 13.13.13.2 255.255.255.0
Router#no shut
Router#exit
Router#int fa0/0
Router#ip add 192.168.30.82 255.255.255.0
Router#no shut
Router#exit
Router#int se0/0/1
Router#ip add 17.17.17.1 255.255.255.0
Router#no shut
Router#exit
15.  Dan terakhir adalah konfigurasi rip pada router4 dengan perintah sebagai berikut
sk r4 b.png
Router (config-if)# router rip
Router (config-router)# network 192.168.30.0
Router (config-router)# network 192.168.20.0
Router (config-router)#network 11.11.11.0
Router (config-router)#network 12.12.12.0
Router (config-router)#network 13.13.13.0
Router (config-router)#network 14.14.14.0
Router (config-router)#network 15.15.15.0
Router (config-router)#network 16.16.16.0
Router (config-router)#network 17.17.17.0
Router (config-router)#exit

16.   Setelah selesai konfigurasi tes koneksinya dengan cara mengirim pesan ke pc lain nya, apabila sudah terkoneksi maka akan muncul kata successful
16.png
17.png
G.    Perincian Biaya

Satu computer             Rp.4000.000,00          x 47                 = Rp 188000000
Access point                Rp.400.000,00            x  1                  = Rp.400.000,00
Kabel  UTP                 Rp.2500/meter            x  300 m          = Rp.750.000,00
Switch                         Rp.6,174,000.00         x  5                  =Rp.30870000,00
Router mirotik             Rp.800.000                 x 3                   =Rp.2400000,00
Keyboard                    Rp.100.000                 x 47                 =Rp.4700000,00



 
Total                                                                                                                      = Rp.227120000


BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan pada bab-bab terdahulu, maka pada bab ini penulis dapat menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
Dengan berkembangnya teknologi komputer dan komunikasi suatu model komputer tunggal yang melayani seluruh tugas-tugas komputasi suatu organisasi kini telah diganti dengan  sekumpulan komputer yang terpisah-pisah akan tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya, sistem seperti ini disebut jaringan komputer (computer network).
Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi yang mulai modern dan trus modern setiap harnya maka dapat dijadikan sebuah rancanan baru untuk membuat  sebuah design jaringan yang lebih efektif dan efisien.
Dan computer computer yang terehubung kami jmadikan sebagai suatu design baru untuk mereancang sebuah jarinan yang menggunakan konfigurasi yang tidalah rumit tetapi butuh ketelitian dalam setiap konfigurasian.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar