DESIGN JARINGAN KOMPUTER
kadang kita ketika mencari di google tentang bagaimana cara yang efektif dan efisien untuk membangun suatu jaringan komputer yang mungkin dapat diterpkan dalanm lingkungan sekolah masih terasa sulit kadang yang nampil itu hanya gambar nya saja tidak dengan cara pengkonfigurasiannya,untuk mempermudah dalam pencarian grand design saya disini postingkan laporan sekaligus pengertian mengenai RANCANGAN SEBUAH JARINGAN KOMPUTER yancg telah saya praktekan dalam cisco packet trackerberikut adalah c
ontoh laporan yang telah saya buat :
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Jaringan komputer adalah sekelompok komputer
yang saling berhubungan satu sama lain
dengan memanfaatkan media komunikasi dan suatu protokol komunikasi, sehingga
antar komputer dapat saling berbagi dan bertukar informasi.
Pada saat ini, manfaat dari jaringan komputer sudah
sangat banyak dirasakan.
Jaringan komputer bukanlah sesuatu yang baru saat ini.
Hampir di setiap perusahaan terdapat jaringan komputer untuk memperlancar arus
informasi di dalam perusahaan tersebut. Internet yang mulai populer saat ini
adalah suatu jaringan komputer raksasa yang merupakan jaringan komputer yang
terhubung dan dapat saling berinteraksi. Hal ini dapat terjadi karena adanya
perkembangan teknologi jaringan yang sangat pesat, sehingga dalam beberapa
tahun saja jumlah pengguna jaringan komputer yang tergabung dalam Internet
berlipat ganda.
Apalagi dalam dunia komunikasi yang serba
cepat ini, jaringan komputer sering kali berperan vital dalam kegiatan
pendistribusian informasi yang cepat tersebut. Semua dari komponen yang
tergabung dalam jaringan komputer tersebut haruslah mampu saling mendukung
untuk menghasilkan satu sistem yang kokoh dan handal untuk melayani setiap
permintaan informasi yang dibutuhkan
oleh pengguna.
Perkembangan teknologi komputer meningkat
dengan cepat, hal ini terlihat pada era tahun 80-an jaringan komputer masih
merupakan teka-teki yang ingin dijawab oleh kalangan akademisi, dan pada tahun
1988 jaringan komputer mulai digunakan di universitas-universitas, perusahaan-perusahaan,
sekarang memasuki era milenium ini terutama world wide internet telah menjadi
realitas sehari-hari jutaan manusia di muka bumi ini.
Selain itu, perangkat keras dan perangkat
lunak jaringan telah benar-benar berubah, di awal perkembangannya hampir
seluruh jaringan dibangun dari kabel koaxial, kini banyak telah
diantaranya dibangun dari serat optik (fiber optics) atau komunikasi
tanpa kabel.
Dengan berkembangnya teknologi komputer dan
komunikasi suatu model komputer tunggal yang melayani seluruh tugas-tugas
komputasi suatu organisasi kini telah diganti dengan sekumpulan komputer yang
terpisah-pisah akan tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya,
sistem seperti ini disebut jaringan komputer (computer network).
Dalam makalah ini kita akan menggunakan
istilah jaringan komputer untuk mengartikan suatu himpunan interkoneksi
sejumlah komputer yang autonomous. Dua buah komputer dikatakan
ter-interkoneksi bila keduanya dapat saling bertukar informasi.
B.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana cara mendesain jaringan yang lebih
efektif dan efisien?
2.
Apakah manfaat pembuatan desain jaringan?
3.
Seperti apakah proses pengkonfigrasia desain
yang dibuat?
C.
Tujuan
Adapun tujuan penulisan laporan ini adalah untuk mengetahui bagaimana merancang design jaringan
dengan skema sekolah SMKN rajapolah dalam sebuah jaringan Local
Area Network menggunakan software
Cisco Packet Tracer.Berikut
ini harapan yang akan di capai:
1.
Siswa
bisa menggambar dan menganalisis skema topologi ruangan
2.
Siswa
dapat mengatur dan membangun topologi jaringan
3.
Siswa
dapat memberi ip di pc/client dan router
4.
Siswa
dapat mengkonfigurasi router dan client
5.
Siswa
dapat memahami routing router dengan routing static dan routing dinamik
6.
Siswa
lebih paham pembuatan skema jaringan
D.
Kegunaan dan Manfaat
1.
Bagi penulis; dapat dijadikan sebagai bahan kajian
ilmiah guna meningkatkan wawasan penulis.
2.
Bagi pembaca; dapat dijadikan bahan rujukan dan informasi yang
berguna bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan pembinaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologidalam rangka pembangunan
manusia secara totalitas.
E. Subjek
Tempat :
Semua ruangan terdapat komputer di smkn
rajapolah
Waktu :
Jum’at 24 September 2014
BAB
II
LANDASAN
TEORI
A. Definisi Jaringan
Komputer
Dengan berkembangnya teknologi komputer dan
komunikasi suatu model komputer tunggal yang melayani seluruh tugas-tugas
komputasi suatu organisasi kini telah diganti dengan sekumpulan komputer yang terpisah-pisah akan
tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya, sistem seperti ini
disebut jaringan komputer (computer network).(1)
Dalam laporan ini kita akan menggunakan
istilah jaringan komputer untuk mengartikan suatu himpunan interkoneksi sejumlah komputer yang autonomous.
Dua buah komputer dikatakan
terinterkoneksi bila keduanya dapat saling bertukar informasui. Betuk
koneksinya tidak harus melalui kawat tembaga saja melainkan dapat emnggunakan
serat optik, gelomabng mikro, atau satelit komunikasi.
Untuk memahami istilah jaringan komputer sering kali kita
dibingungkan dengan sistem terdistribusi (distributed system). Kunci perbedaannya adalah bahwa sebuah
sistem terdistribusi,keberadaan sejumlah komputer autonomous bersifat
transparan bagi pemakainya. Seseorang dapat memberi perintah untuk mengeksekusi
suatu program, dan kemudian program itupun akan berjalan dan tugas untuk memilih prosesor, menemukan
dan mengirimkan file ke suatu prosesor dan menyimpan hasilnya di tempat yang
tepat mertupakan tugas sistem operasi. Dengan kata lain, pengguna sistem
terditribusi tidak akan menyadari terdapatnya banyak prosesor (multiprosesor),
alokasi tugas ke prosesor-prosesor, alokasi f\ile ke disk, pemindahan file yang
dfisimpan dan yang diperlukan, serta fungsi-fungsi lainnya dari sitem harus
bersifat otomatis.
Jaringan terbagi menjadi beberapa bagian
diantaranya adalah :
1.
Local Area Network
Local Area Network
(LAN) merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang
berukuran sampai beberapa kilometer.
LAN seringkali
digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam
kantor perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama resource (misalnya,
printer, scanner) dan saling bertukar informasi. LAN dapat dibedakan dari jenis
jaringan lainnya berdasarkan tiga karakteristik: ukuran, teknologi transmisi
dan topologinya.
LAN
mempunyai ukuran yang terbatas, yang berarti bahwa waktu transmisi pada keadaan
terburuknya terbatas dan dapat diketahui sebelumnya. Dengan mengetahui
keterbatasnnya, menyebabkan adanya kemungkinan untuk menggunakan jenis desain
tertentu. Hal ini juga memudahkan manajemen jaringan.
LAN
seringkali menggunakan teknologih transmisi kabel tunggal. LAN tradisional
beroperasi pada kecepatan mulai 10 sampai 100 Mbps (mega bit/detik) dengan delay rendah (puluhan mikro second)
dan mempunyai faktor kesalahan yang kecil. LAN-LAN modern dapat beroperasi pada
kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan megabit/detik.
Gambar 1.1 Dua jenis jaringan broadcast. (a) Bus. (b) Ring
Terdapat beberapa macam topologi yang dapat
digunakan pada LAN broadcast. Gambar 1.1 menggambarkan dua diantara
topologi-topologi yang ada. Pada jaringan
bus (yaitu kabel liner), pada suatu saat sebuah mesin bertindak sebagai
master dan diijinkan untuk mengirim
paket. Mesin-mesin lainnya perlu menahan diri untuk tidak mengirimkan apapun. Maka untuk mencegah
terjadinya konflik, ketika dua mesin atau lebih ingin mengirikan secara
bersamaan, maka mekanisme pengatur diperlukan. Me4kanisme pengatur dapat berbentuk
tersentralisasi atau terdistribusi. IEEE 802.3 yang populer disebut Ethernet
merupakan jaringan broadcast bus dengan pengendali terdesentralisasi yang
beroperasi pada kecepatan 10 s.d. 100 Mbps. Komputer-komputer pada Ethernet
dapat mengirim kapan saja mereka inginkan, bila dua buah paket atau lebih
bertabrakan, maka masing-masing komputer cukup menunggu dengan waktu tunggu
yang acak sebelum mengulangi lagi pengiriman.
Sistem broadcast yang lain adalah ring, pada topologi ini
setiap bit dikirim ke daerah sekitarnya tanpa menunggu paket lengkap diterima.
Biasanya setiap bit mengelilingi ring dalam waktu yang dibutuhkan untuk
mengirimkan beberapa bit, bahkan seringkali sebelum paket lengkap dikirim
seluruhnya. Seperti sistem broadcast lainnya, beberapa aturan harus dipenuhi
untuk mengendalikan access simultan ke ring. IEEE 802.5 (token ring) merupakan
LAN ring yang populer yang beroperasi pada kecepatan antara 4 s.d 16 Mbps.
Berdasarkan alokasi
channelnya, jaringan broadcast dapat dibagi menjadi dua, yaitu statik dan
dinamik. Jenis al;okasi statik dapat dibagi berdasarkan waktu interval-interval
diskrit dan algoritma round robin, yang mengijinkan setiap mesin untuk
melakukan broadcast hanya bila slot waktunya sudah diterima. Alokasi statik
sering menyia-nyiakan kapasitas channel bila sebuah mesin tidak punya lgi yang
perlu dikerjakan pada saat slot alokasinya diterima. Karena itu sebagian besar
sistem cenderung mengalokasi channel-nya secara dinamik (yaitu berdasarkan kebutuhan).
Metoda alokasi dinamik bagi
suatu channel dapat tersentralisasi ataupun terdesentralisasi. Pada metoda
alokasi channel tersentralisasi terdapat sebuah entity tunggal, misalnya unit
bus pengatur, yang menentukan siapa giliran berikutnya. Pengiriman paket ini
bisa dilakukan setelah menerima giliran
dan membuat keputusan yang berkaitan dengan algoritma internal. Pada metoda
aloksi channel terdesentralisasi, tidak terdapat entity sentral, setiap mesin
harus dapat menentukan dirinya sendiri kapan bisa atau tidaknya mengirim.
a.
Metropolitan
Area Network
Metropolitan Area Network (MAN) pada dasarnya merupakan
versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama
dengan LAN. MAN dapat mencakup
kantor-kantor perusahaan yang berdekatan dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan
pribadi (swasta) atau umum. MAN biasanya mampu menunjang data dan suara, dan
bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel. MAN hanya memiliki
sebuah atau dua buiah kabel dan tidak mempunyai elemen switching, yang
berfungsi untuk mengatur paket melalui beberapa output kabel. Adanya elemen
switching membuat rancangan menjadi
lebih sederhana.

Gambar
1.3 Arsitektur MAN DQDB
b. Wide Area Network
Wide Area Network (WAN) mencakup daerah geografis yang luas,
seringkali mencakup sebuah negara atau benua.WAN terdiri dari kumpulan mesin yang
bertujuan untuk mejalankan program-program aplikasi.
Pada sebagian besar WAN,
subnet terdiri dari dua komponen, yaitu kabel transmisi dan elemen switching.
Kabel transmisi (disebut juga sirkuit,
channel, atau trunk) memindahkan bit-bit
dari satu mesin ke mesin lainnya.
Element switching adalah
komputer khusus yang dipakai untuk menghubungkan dua kabel transmisi atau
lebih. Saat data sampai ke kabel penerima, element switching harus memilih kabel
pengirim untuk meneruskan pesan-pesan tersebut.

Gambar 1.4 Hubungan
antara host-host dengan subnet.
c. Jaringan Tanpa Kabel
Jaringan tanpa kabel mempunyai berbagai
manfaat, yang telah umum dikenal adalah kantor portable. Orang yang sedang
dalam perjalanan seringkali ingin menggunakan peralatan elektronik portable-nya
untuk mengirim atau menerima telepon, fax, e-mail, membaca fail jarak jauh
login ke mesin jarak jauh, dan sebagainya dan juga ingin melakukan hal-hal
tersebut dimana saja, darat, laut, udara. Jaringan tanpa kabel sangat
bermanfaat untuk mengatasi masalah-masalah di atas.
Meskipun jaringan tanpa kabel ini cukup mudah
untuk di pasang, tetapi jaringan macam ini memiliki banyak kekurangan. Biasanya
jaringan tanpa kabel mempunyai kemampuan 1-2 Mbps, yang mana jauh lebih
rendah dibandingkan dengan jaringan
berkabel. Laju kesalahan juga sering kali lebih besar, dan transmisi dari
komputer yang berbeda dapat mengganggu satu sama lain.
B. Router
Router merupakan perangkat jaringan yang bekerja pada OSI Layer 3, Network Layer. Pada layer ini sudah dikenal pengalamatan jaringan menggunakan IP Address, dan router ini berperan penting sebagai penghubung/penerus paket data antara dua segmen jaringan atau lebih. Semisal, di suatu warnet ada 10 client yang menggunakan IP Address 192.168.1.xx kita anggap sebagai network A, sedangkan koneksi dari ISP dialokasikan IP Address 202.123.321.xxx kita anggap sebagai jaringan B, maka agar client warnet bisa terhubung ke ISP dan juga ke internet, diperlukan satu router di warnet tersebut yang memiliki setidaknya 2 port. Satu port menjadi bagian dari network A, dan satunya lagi menjadi bagian dari network B.
Didalam jaringan komputer banyak sekali kita menemukan istilah-istilah yang digunakan didalamnya. Hambatan yang sering terjadi dalam belajar jaringan komputer adalah banyaknya istilah atau kata yang digunakan terkadang istilah tersebut tidak didalam buku atau kamus bahasa inggris karena memang istilah yang digunakan bukan merupakan kata-kata namun singkatan seperti TCP/IP atau IP banyak orang yang terframe dipikirannya ketika mendengar kata IP langsung mengartikan bahwa IP adalah nomor komputer atau komputer ini nomornya berapa. Hal-hal yang demikian jika tidak dilurusankan nantinya dikhawatirkan akan merubah makna dari singkatan tersebut.
Kebanyakan singkatan yang digunakan dalam jaringan komputer menjadikan singkatan itu sebagai nama dari kata yang dimaksud seperti RJ 45, mendengar kata tersebut pikiran kita langsung tertuju pada bendanya, langsung membayangkan RJ 45 padahal RJ 45 sendiri adalah sebuah singkatan yaitu Registered Jack nomor 45.
Router merupakan perangkat jaringan yang bekerja pada OSI Layer 3, Network Layer. Pada layer ini sudah dikenal pengalamatan jaringan menggunakan IP Address, dan router ini berperan penting sebagai penghubung/penerus paket data antara dua segmen jaringan atau lebih. Semisal, di suatu warnet ada 10 client yang menggunakan IP Address 192.168.1.xx kita anggap sebagai network A, sedangkan koneksi dari ISP dialokasikan IP Address 202.123.321.xxx kita anggap sebagai jaringan B, maka agar client warnet bisa terhubung ke ISP dan juga ke internet, diperlukan satu router di warnet tersebut yang memiliki setidaknya 2 port. Satu port menjadi bagian dari network A, dan satunya lagi menjadi bagian dari network B.
Didalam jaringan komputer banyak sekali kita menemukan istilah-istilah yang digunakan didalamnya. Hambatan yang sering terjadi dalam belajar jaringan komputer adalah banyaknya istilah atau kata yang digunakan terkadang istilah tersebut tidak didalam buku atau kamus bahasa inggris karena memang istilah yang digunakan bukan merupakan kata-kata namun singkatan seperti TCP/IP atau IP banyak orang yang terframe dipikirannya ketika mendengar kata IP langsung mengartikan bahwa IP adalah nomor komputer atau komputer ini nomornya berapa. Hal-hal yang demikian jika tidak dilurusankan nantinya dikhawatirkan akan merubah makna dari singkatan tersebut.
Kebanyakan singkatan yang digunakan dalam jaringan komputer menjadikan singkatan itu sebagai nama dari kata yang dimaksud seperti RJ 45, mendengar kata tersebut pikiran kita langsung tertuju pada bendanya, langsung membayangkan RJ 45 padahal RJ 45 sendiri adalah sebuah singkatan yaitu Registered Jack nomor 45.
Router berfungsi sebagai
penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu
jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa
alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN)
Router
adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk membagi protocol kepada anggota
jaringan yang lainnya, dengan adanya router maka sebuah protocol dapat di-sharing
kepada perangkat jaringan lain. Contoh aplikasinya adalah jika kita ingin
membagi IP Adress kepada anggota jaringan maka kita dapat menggunakan router
ini, ciri-ciri router adalah adanya fasilitas DHCP (Dynamic Host Configuration
Procotol), dengan mensetting DHCP, maka kita dapat membagi IP Address,
fasilitas lain dari Router adalah adanya NAT (Network Address Translator) yang
dapat memungkinkan suatu IP Address atau koneksi internet disharing ke IP
Address lain.
Jenis-jenis router
Secara umum, router dibagi menjadi
dua buah jenis, yakni:
·
static
router (router
statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis
yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan.
·
dynamic
router (router
dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing
dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling
berhubungan dengan router lainnya.
C. Routing
1) Pengertian
Routing
Routing IP adalah proses
pengiriman data dari satu host dalam satu network ke host dalam network yang
lain melalui suatu router. Agar router dapat mengetahui bagaimana
meneruskan
paket paket ke alamat yang dituju dengan mengunakan jalur terbaik,
router
menggunakan peta atau tabel routing. Table routing adalah table yang memuat
seluruh
informasi IP address dari interfaces router yang lain sehingga router yang satu
dengan
router lainnya bisa berkomunikasi.
Routing table hanya
memberikan informasi sedang routing algoritma yang menganalisa
dan mengatur routing
table. Intinya, router hanya tahu cara menghubungkan nertwork
atau subnet yang
terubung langsung dengan router tersebut.
Router berdasarkan cara
pemetaan / routing dibagi tiga :
1. Static Routing
2. Default Routing
3. Dynamic Routing
2) Static
Routing Protocol
Static routing adalah
pembuatan dan peng-update-an routing table secara manual.Static routing tidak
akan merubah informasi yang ada pada table routing secara otomatis, sehingga
administrator harus melakukan merubah secara manual apabila
topologi
jaringan berubah.
·
Beberapa keuntungan dari static routing :
ü Pemeliharan
bandwidth network karena peng-update-an informasi router membutuhkan broadcasts
yang terus menerus.
ü keamanan
metwork karena static routing hanya mengandung informasi yang telah dimasukkan
secara manual.
·
Beberapa kerugian dari static routing :
ü Tidak
ada tolerasi kesalahan jika suatu router down, maka static tidak akan
memperbaharui informasi dan tidak akan menginformasikan ke router yang lain.
ü Pengembangan
network jika suatu network ditambah atau dipindahkan maka static routig harus diperbaharui
oleh administrator.
pembatasan
static router dapat menjadi keuntungan apabila untuk sampai pada tujuan
hanya
melalui satu router. Stub network adalah pencapaian network tujuan hanya
denga
satu jalur.
3) Dynamic
routing protocol
Pada jaringan besar
yang menggunakan banyak router, dynamic routing merupakan metode yang paling
umum digunakan. Karena jika kita menggunakan
metode
static routing maka kita harus mengkonfigurasi semua router secara manual dan
ini
tidak mungkin untuk seorang network administrator. Dengan menggunakan metode
static
routing kita membutuhkan banyak konfigurasi, sedangkan pada dynamic routing
kita
dapat mengkonfigurasi seminimal mungkin. Jadi sangat dimungkinkan metode
dymanic
routing untuk mengembangkan bagaimana router berkomunikasi dengan
protocol
yang digunakan. Dynamic IP routing adalah cara yang digunakan untuk
melepaskan
kewajiban mengisi masukan masukan ke routing table secara manual.
Protokol
routing mengatur router-router sehingga dapat berkomunikasi satu dengan
yang
lain dan saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi Routing
table,
tergantung keadaan jaringannya. Dengan cara ini, router-router mengetahui
keadaan
jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan datagram ke arah yang benar.
Remote
network dapat dikategorikan di tabel routing dengan menggunakan protokol
dynamic
routing. Dynamic routing protocol contohnya sebagai berikut:
ü Network
Discovery
Memelihara dan
meng-update tabel routing- automatic network discovery. Network discovery
adalah kemampuan routing protokol untuk membagi informasi tentang jaringan
dengan router lainnnya dengan menggunakan routing protokol yang sama.daripada
mengkonfigurasi router secara static, routing dinamik dapat secara otomatis membaca
jaringannya dari router-router lainnya. pemilihan jalur terbaik pada setiap jaringan
terdapat pada tabel routing dengan menggunakan routing dinamik.
ü Maintaining
routing tables.
Setelah mengenal
jaringannya, routing dinamik akan selalu meng-update dan
menentukan
jalur-jalurnya pada tabel routing. Routing dinamik tidak hanya membuat
jalur
terbaik ke jaringan yang berbeda, routing dinamik juga akan menentukan jalur
baru yang baik jika tujuannya tidak tersedia (jika topologinya berubah), untuk
ini, routing dinamik mempunyai keuntungan lebih dari routing static. router
yang menggunakan dinamic routing akan secara otomatis membagi informasi
routingnya kepada router yang lain dan menyesuaikan dengan topologi yang
berubah tanpa pengaturan dari seorang admin jaringan.
ü IP
routing protocol
ada beberapa routing
dinamic untuk IP. dibawah ini adalah dinamik routing yang sering digunakan :
1. Routing Information Protocol (RIP)
RIP
yang merupakan routing protokol dengan algoritma distance vector, yang menghitung
jumlah hop (count hop) sebagai routing metric. Jumlah maksimum dari hop yang
diperbolehkan adalah 15 hop. Tiap RIP router saling tukar informasi routing
tiap 30 detik, melalui UDP port 520. Untuk menghindari loop routing, digunakan teknik split horizon with poison
reverse. RIP merupakan routing protocol yang paling mudah untuk di
konfigurasi.
RIP memiliki 3 versi yaitu :
1. RIPv1 merupakan bagian dari distance vektor yang
mencari hop terpendek atau router terbaik,rip versi 1 juga merupakan class pul routing.
2. RIPv2 merupakan bagian dari distance vektor yang
mencari hop terpendek atau router terbaik,rip versi2 juga merupakan class list routing.
3. RIPng
Kelebihan Dari RIP sebagai berikut :
·
Menggunakan metode Triggered Update.
·
RIP memiliki timer
untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing.
·
Jika terjadi perubahan
pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan
informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update).
·
Mengatur routing
menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima,
terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.
Kekurangan dari RIP sebagai berikut :
·
Jumlah host Terbatas
·
RIP
tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.
·
RIP
tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).
·
Ketika
pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri
(informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada
·
Hop CountRIP menghitung
routing terbaik berdasarkan hop count dimana belum tentu hop count yang rendah
menggunakan protokol LAN yang bagus, dan bisasaja RIP memilih jalur jaringan
yang lambat.
·
Hop Count Limit RIP
tidak dapat mengatur hop lebih dari 15. Hal ini digunakan untuk mencegah
loop pada jaringan.
·
Classful Routing Only
RIP menggunakan classful routing ( /8, /16, /24 ). RIP tidak dapat
mengatur classless routing
2. Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)
Kelebihan
·
support = 255 hop count
Kekurangan
·
Jumlah Host terbatas
3. Open Shortest Path First (OSPF)
OSPF
merupakan sebuah routing protokol berjenis IGP yang hanya dapat bekerja dalam
jaringan internal suatu ogranisasi atau perusahaan. Jaringan internal maksudnya
adalah jaringan di mana Anda masih memiliki hak untuk menggunakan, mengatur,
dan memodifikasinya. Atau dengan kata lain, Anda masih memiliki hak
administrasi terhadap jaringan tersebut. Jika Anda sudah tidak memiliki hak
untuk menggunakan dan mengaturnya, maka jaringan tersebut dapat dikategorikan
sebagai jaringan eksternal.
Selain
itu, OSPF juga merupakan routing protokol yang berstandar terbuka. Maksudnya
adalah routing protokol ini bukan ciptaan dari vendor manapun. Dengan demikian,
siapapun dapat menggunakannya, perangkat manapun dapat kompatibel dengannya,
dan di manapun routing protokol ini dapat diimplementasikan.
OSPF
merupakan routing protokol yang menggunakan konsep hirarki routing, artinya
OSPF membagi-bagi jaringan menjadi beberapa tingkatan. Tingkatan-tingkatan ini
diwujudkan dengan menggunakan sistem pengelompokan area. Dengan menggunakan
konsep hirarki routing ini sistem penyebaran informasinya menjadi lebih teratur
dan tersegmentasi, tidak menyebar ke sana ke mari dengan sembarangan.
Efek
dari keteraturan distribusi routing ini adalah jaringan yang penggunaan
bandwidth-nya lebih efisien, lebih cepat mencapai konvergensi, dan lebih
presisi dalam menentukan rute-rute terbaik menuju ke sebuah lokasi. OSPF
merupakan salah satu routing protocol yang selalu berusaha untuk bekerja
demikian.
Teknologi
yang digunakan oleh routing protokol ini adalah teknologi link-state yang
memang didesain untuk bekerja dengan sangat efisien dalam proses pengiriman
update informasi rute. Hal ini membuat routing protokol OSPF menjadi sangat
cocok untuk terus dikembangkan menjadi network berskala besar. Pengguna OSPF
biasanya adalah para administrator jaringan berskala sedang sampai besar.
Jaringan dengan jumlah router lebih dari sepuluh buah, dengan banyak
lokasi-lokasi remote yang perlu juga dijangkau dari pusat, dengan jumlah
pengguna jaringan lebih dari lima ratus perangkat komputer, mungkin sudah layak
menggunakan routing protocol ini.
Kelebihan
·
tidak menghasilkan routing loop mendukung penggunaan
beberapa metrik
sekaligus dapat menghasilkan banyak jalur
ke sebuah tujuan membagi jaringan
yang besar mejadi beberapa area. Waktu
yang diperlukan untuk konvergen lebih
cepat.
Kekurangan
·
Membutuhkan basis data yang besar
·
Lebih rumit
4. Enchanced Interior Gatway Routing Protocil
(EIGRP)
Kelebihan
·
melakukan konvergensi secara tepat ketika menghindari
loop. Memerlukan lebih
sedikit memori dan proses. Memerlukan
fitur loop avoidance
Kekurangan
·
Hanya untuk Router Cisco
5. Exiterior Gateway Protocol (EGP)
Kelebihan
·
Sangat sederhana dalam instalasi
Kekurangan
·
Sangat terbatas dalam
mempergunakan topologi
D. Switch
Switch
merupakan perangkat jaringan yang bekerja pada OSI Layer 2, Data Link Layer.
dia bekerja sebagai penyambung / concentrator dalam Jaringan. Switch mengenal
MAC Adressing shingga bisa memilah paket data mana yang akan di teruskan ke
mana.
Dan
switch ini digunakan sebagai repeater/penguat. Berfungsi untuk menghubungkan
kabel-kabel UTP ( Kategori 5/5e ) komputer yang satu dengan komputer yang lain.
Dalam switch biasanya terdapat routing, routing sendiri berfungsi untuk batu
loncat untuk melakukan koneksi dengan komputer lain dalam LAN.
Switch
adalah perangkat telekomunikasi yang menerima pesan dari perangkat yang
terhubung dengannya dan kemudian mengirimkan pesan hanya untuk perangkat yang
pesan dimaksud atau sebagai sentral/konsentrator pada sebuah network. Hal ini
membuat switch adalah perangkat yang lebih cerdas daripada hub (yang menerima
pesan dan kemudian mengirimkan ke semua perangkat lain pada jaringan.) karena
dapat mengecek frame yang error dan langsung membloknya
Switch jaringan memainkan peran integral dalam kebanyakan jaringan area lokal yang modern Ethernet (LAN). Mid-to-LAN berukuran besar mengandung sejumlah switch dikelola terkait. Kantor kecil / rumah kantor (SOHO) aplikasi biasanya menggunakan switch tunggal, atau semua tujuan-perangkat konvergensi seperti residental gateway untuk mengakses layanan broadband kantor kecil / rumah. .seperti DSL atau internet kabel.
Switch jaringan memainkan peran integral dalam kebanyakan jaringan area lokal yang modern Ethernet (LAN). Mid-to-LAN berukuran besar mengandung sejumlah switch dikelola terkait. Kantor kecil / rumah kantor (SOHO) aplikasi biasanya menggunakan switch tunggal, atau semua tujuan-perangkat konvergensi seperti residental gateway untuk mengakses layanan broadband kantor kecil / rumah. .seperti DSL atau internet kabel.
Switch merupakan titik
percabangan (Terminal) dari proses transfer data,dan jika switch mengalami
masalah maka seluruh koneksi jaringan dan proses transfer data akan
terganggu.Switch memiliki banyak port yang akan menghubungkan ke jaringan
komputer dan port - port tersebut akan berhubungan dengan konektor RJ 45.
Jaringan switch
atau hub switching adalah perangkat jaringan komputer yang
menghubungkan segmen jaringan atau perangkat jaringan.cara kerja switch hampir
sama seperti bridge, tetapi switch memiliki sejumlah port sehingga sering
dinamakan multi-port bridge.
Switch bisa digunakan juga untuk
menghubungkan switch satu dengan switch lainnya, untuk memperbanyak jumlah
port, atau memperluas jangkauan dari jaringan (misalkan ada satu gedung dengan
gedung yang lainnya). Bahkan apabila kita melihat ke berbagai vendor network
equipment, berbagai switch dipecah ke level berbeda seperti core, aggregation
dan access. Pemisahan berbagai level ini dikarenakan setiap level dimaksudkan
untuk fungsi yang berbeda.
BAB III
PEMBAHASAN
A.
Brainware
Untuk user atau pengguna
antara lain sebagai berikut :
- Ruangan teknik gambar dan bangunan ada 4 user atau pengguna
- Ruangan K1 ada 5 pengguna
- Ruangan kkpi ada 5 user pengguna client
- Di ruangan k2 ada 5 orang pengguna client
- Di ruang guru ada 5 orang pengguna client
- Di ruang k3 ada 5 orang pengguna client
- Ruang bc 1 orang penguna komputer client
Topologi
Topologi yang di gunakan
adalah topologi :
- Topologi BUS
Topologi BUS adalah topologi dimana semua perangakat keras terhubung
melalui kabel tunggal yang kedua ujungnya tidak tertutup dan masing-masing
ujungnya menggunakan sebuah perangkat terminator. Jika alamat perangkat sesuai
dengan alamat pada informasi yang dikirim, maka informasi akan diterima dan
diproses. Jika tidak, maka informasi akan diabaikan.
Kelebihan Topologi BUS
1.
Jarak LAN tidak terbatas
2.
Kecepatan pengiriman tinggi.
3.
Tidak diperlukan pengendali
pusat.
4.
Jumlah perangkat yang terhubung
dapat dirubah tanpa mengganggu yang lain.
5.
Kemampuan pengembangan tinggi.
6.
Keterandalan jaringan tinggi.
7.
Kondusif untuk jaringan gedung
bertingkat.
Kekurangan Topologi BUS
1.
Jika tingkat traffic tinggi dapat
menyebabkan kemacetan.
2.
Diperlukan repeater untuk
memperkuat sinyal.
3.
Operasional jaringan LAN
tergantung tiap perangkat.
4.
Bila salah satu client rusak, maka
jaringan tidak berfungsi.
5. Deteksi dan isolasi kesalahan sangat
kecil
2.
Topologi
Start
Topologi Start adalah topologi dimana terdapat perangkat pengendali yang
berfungsi sebagai pengatur dan pengendali komunikasi data. Sedangkan perangkat
lain terhubung dengan perangkat pengendali sehingga pengiriman data akan
melalui perangkat pengendali.
Kelebihan Topologi Start
1.
Dapat diandalkan
2.
Pemasangan/perubahan stasiun sangat
mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
3.
Keamanan data tinggi
4.
Kontrol terpusat
5.
Kemudahan deteksi dan isolasi
kesalahan/kerusakan
6.
Kemudahan akses ke jaringan LAN
lain
Kekurangan Topologi Start
1.
Jika trafik
padat maka dapat menyebabkan lambatnya jaringan
2.
Jaringan sangat bergantung pada
perangkat pengendali.
3.
Boros kabel
4.
Perlu penanganan khusus
- Device atau perangkat
a. 5 Switch
b. 1 Router
c. 55
Komputer
d. Kabel
crossover
e. Kabel
straight
D.
IP address
|
Ruangan k1
|
IP address
|
|
Pc 1
|
192.168.20.5/24
|
|
Pc 2
|
192.168.20.11/24
|
|
Pc 3
|
192.168.20.13/24
|
|
Pc 4
|
192.168.20.12/24
|
|
Pc 5
|
192.168.20.2.24
|
|
Ruangan K2 dan Ruang Multi
|
IP address
|
|
Pc 6
|
192.168.20.7/24
|
|
Pc 7
|
192.168.20.15/24
|
|
Pc 8
|
192.168.20.6/24
|
|
Pc 9
|
192.168.20.14/24
|
|
Pc 10
|
192.168.20.10/24
|
|
Pc 11
|
192.168.30.46/24
|
|
Pc 12
|
192.168.30.61/24
|
|
Pc 13
|
192.168.30.60/24
|
|
Pc 14
|
192.168.30.50/24
|
|
Pc 15
|
192.168.30.5/24
|
|
Ruang KKPI
|
IP
address
|
|
Pc 16
|
192.168.30.83/24
|
|
Pc 17
|
192.168.30.79/24
|
|
Pc 18
|
192.168.30.51/24
|
|
Pc 19
|
192.168.30.70/24
|
|
Pc 20
|
192.168.30.80/24
|
|
Ruang K1
|
IP
address
|
|
Pc 21
|
192.168.30.66/24
|
|
Pc 22
|
192.168.30.58/24
|
|
Pc 23
|
192.168.30.72/24
|
|
Pc 24
|
192.168.30.75/24
|
|
Pc 25
|
192.168.30.76/24
|
|
Ruang
Pemasaran
|
IP
address
|
|
Pc 26
|
192.168.30.48/24
|
|
Pc 27
|
192.168.30.57/24
|
|
Pc 28
|
192.168.30.45/24
|
|
Pc 29
|
192.168.30.64/24
|
|
Pc 30
|
192.168.30.53/24
|
|
Ruang
Akuntansi
|
IP
address
|
|
Pc 31
|
192.168.30.54/24
|
|
Pc 32
|
192.168.30.65/24
|
|
Pc 33
|
192.168.30.69/24
|
|
Pc 34
|
192.168.30.52/24
|
|
Pc 36
|
192.168.30.82/24
|
|
Ruang
Bank mini
|
IP
address
|
|
Pc 35
|
192.168.30.73/24
|
|
Pc 37
|
192.168.30.78/24
|
|
Pc 38
|
192.168.30.74/24
|
|
Pc 39
|
192.168.30.47/24
|
|
Pc 40
|
192.168.30.68/24
|
|
Ruang TGB
|
IP
address
|
|
Pc 51
|
192.168.30.63/24
|
|
Pc 52
|
192.168.30.59/24
|
|
Pc 53
|
192.168.30.49/24
|
|
Pc 54
|
192.168.30.62/24
|
|
Pc 55
|
192.168.30.51/24
|
|
Ruang
Guru
|
IP
address
|
|
Pc 56
|
192.168.30.67/24
|
|
Pc 57
|
192.168.30.77/24
|
|
Pc 58
|
192.168.30.56/24
|
|
Pc 59
|
192.168.30.55/24
|
|
Pc 60
|
192.168.30.71/24
|
E. Skema Desain Jaringan

F. Konfigurasi
1.
Hubungkan
PC client ruang Teknik Gambar Bangunan dengan switch menggunakan kabel straight

2.
Kemudian
hubungkan juga PC client di ruang Pemasaran dan K1 pada switch

3.
Lakukan
hal yang sama di ruang Multimedia dan Ruang KKPI

4.
Kemudian
lakukan hal yang sama juga di ruang K2, K3 dan ruang guru produktif tetapi di
ruangan ini di tambahkan 1 buah router.

5.
Hubungkan
computer yang ada di kantor guru, bank mini dan ruang produktif akuntansi
dengan satu buah switch.

6.
Setelah
semua PC di hubungkan ke swtch dan router langkah selanjutnya sambungkan semua
switch ke router yang ada di ruang produktif.
7.
Setelah
itu konfigurasi DHCP di router dengan perintah sebagai berikut :


Router>enable
Router#conf t
Router#int fa0/0
Router#ip add 192.168.20.1 255.255.255.0
Router#no shut
Router#exit
Router#int fa0/1
Router#ip add 192.168.30.1 255.255.255.0
Router#no shut
Router#exit
Router#ip dhcp pool K2
Router#network 192.168.20.0 255.255.255.0
Router#default-router192.168.20.1
Router#ip dhcp excluded-address 192.168.20.1
Router#exit
Router#conf t
Router#ip dhcp pool K1
Router#network 192.168.30.0 255.255.255.0
Router#default-router 192.168.30.1
Router#ip dhcp excluded-address 192.168.30.1
8.
Setelah
selesai konfigurasi DHCP langkah selanjutnya kita klik PC kemudian pilih
desktop kemudian pilih ip configuration

9.
Kemudian
klik DHCP maka ip akan muncul secara otomatis

10.
Setelah itu langkah
selanjutnya konfogurasi pada setiap router dengan perintah sebagai berikut :
Setelah itu langkah
selanjutnya konfogurasi pada setiap router dengan perintah sebagai berikut :
Router>enable
Router#conf t
Router#int se 0/3/0
Router#ip add 17.17.17.1
255.255.255.0
Router#no shut
Router#exit
Router#int fa0/0
Router#ip add 11.11.11.1 255.255.255.0
Router#no shut
Router#exit
Router#int se0/3/1
Router#ip add 14.14.14.1 255.255.255.0
Router#no shut
Router#exit
11. Kemudian setelah itu masih
pada router0 konfigurasi rip dan add network dengan perintah sebagai berikut :

Router (config-if)# router rip
Router (config-router)# network 192.168.30.0
Router (config-router)# network 192.168.20.0
Router (config-router)#network 11.11.11.0
Router (config-router)#network 12.12.12.0
Router (config-router)#network 13.13.13.0
Router (config-router)#network 14.14.14.0
Router (config-router)#network 15.15.15.0
Router (config-router)#network 16.16.16.0
Router (config-router)#network 17.17.17.0
Router (config-router)#exit
12. Kemudin lakukan hal yang sama pada ke 2 router
lainnya ,sekarang pada router2 seperti pada gambar dibaw ah ini :

Router>enable
Router#conf t
Router#int se 0/3/0
Router#ip add 17.17.17.2 255.255.255.0
Router#no shut
Router#exit
Router#int fa0/0
Router#ip add 192.168.30.82 255.255.255.0
Router#no shut
Router#exit
Router#int se0/3/1
Router#ip add 12.12.12.2 255.255.255.0
Router#no shut
Router#exit
13.
Kemudian setelah itu masih
pada route2 konfigurasi rip dan add network dengan perintah sebagai berikut
Kemudian setelah itu masih
pada route2 konfigurasi rip dan add network dengan perintah sebagai berikut
Router (config-if)# router rip
Router (config-router)# network 192.168.30.0
Router (config-router)# network 192.168.20.0
Router (config-router)#network 11.11.11.0
Router (config-router)#network 12.12.12.0
Router (config-router)#network 13.13.13.0
Router (config-router)#network 14.14.14.0
Router (config-router)#network 15.15.15.0
Router (config-router)#network 16.16.16.0
Router (config-router)#network 17.17.17.0
Router (config-router)#exit
14.
Kemudin setting pada router4 dengan perintah seperti pada
gambar dibaw ah ini :
Kemudin setting pada router4 dengan perintah seperti pada
gambar dibaw ah ini :
Router>enable
Router#conf t
Router#int se 0/0/0
Router#ip add 13.13.13.2 255.255.255.0
Router#no shut
Router#exit
Router#int fa0/0
Router#ip add 192.168.30.82 255.255.255.0
Router#no shut
Router#exit
Router#int se0/0/1
Router#ip add 17.17.17.1 255.255.255.0
Router#no shut
Router#exit
15. Dan terakhir adalah
konfigurasi rip pada router4 dengan perintah sebagai berikut

Router (config-if)# router rip
Router (config-router)# network 192.168.30.0
Router (config-router)# network 192.168.20.0
Router (config-router)#network 11.11.11.0
Router (config-router)#network 12.12.12.0
Router (config-router)#network 13.13.13.0
Router (config-router)#network 14.14.14.0
Router (config-router)#network 15.15.15.0
Router (config-router)#network 16.16.16.0
Router (config-router)#network 17.17.17.0
Router (config-router)#exit
16.
Setelah selesai konfigurasi tes koneksinya
dengan cara mengirim pesan ke pc lain nya, apabila sudah terkoneksi maka akan
muncul kata successful


G.
Perincian
Biaya
Satu computer Rp.4000.000,00 x
47 = Rp 188000000
Access point Rp.400.000,00 x 1 = Rp.400.000,00
Kabel UTP Rp.2500/meter x 300 m =
Rp.750.000,00
Switch Rp.6,174,000.00 x
5 =Rp.30870000,00
Router mirotik Rp.800.000 x
3 =Rp.2400000,00
Keyboard Rp.100.000 x
47 =Rp.4700000,00
Total =
Rp.227120000
BAB
IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan
pada bab-bab terdahulu, maka pada bab ini penulis dapat menarik beberapa
kesimpulan sebagai berikut:
Dengan berkembangnya teknologi komputer dan
komunikasi suatu model komputer tunggal yang melayani seluruh tugas-tugas
komputasi suatu organisasi kini telah diganti dengan sekumpulan komputer yang terpisah-pisah akan
tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya, sistem seperti ini
disebut jaringan komputer (computer network).
Seiring dengan perkembangan jaman dan
teknologi yang mulai modern dan trus modern setiap harnya maka dapat dijadikan
sebuah rancanan baru untuk membuat
sebuah design jaringan yang lebih efektif dan efisien.
Dan computer computer yang terehubung kami
jmadikan sebagai suatu design baru untuk mereancang sebuah jarinan yang
menggunakan konfigurasi yang tidalah rumit tetapi butuh ketelitian dalam setiap
konfigurasian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar